Gempa Lombok: 14+ Orang Meninggal Dunia, 162+ Orang Luka-Luka, 1000+ Rumah Rusak

Gempa Lombok dan Bali yang terjadi pada Minggu 29 Juli 2018 berlangsung begitu kuat dan mengakibatkan setidaknya 14 orang meninggal dunia, 160 orang lebih terluka. Laporan ini disampaikan oleh juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.

Gempa Lombok dan Bali tersebut berkekuatan 6,4 SR dan menyebabkan 1000 rumah lebih mengalami kerusakan parah. Menurut Sutopo Purwo Nugroho, gempa susulan terjadi setidaknya 133 kali. "Akibat gempa tersebut sepuluh orang meninggal di Lombok Timur dan empat lainnya di Lombok Utara" ujar Sutopo.

Dari korban jiwa dilaporkan lima diantaranya adalah anak-anak. Korban jiwa yang jatuh diantaranya adalah seorang warga negara Malaysia. Korban tersebut disebutkan sedang berada di kamar kecil saat bangunan tempat ia berada ambruk akibat gempa yang kuat.



Dilansir dari BBC.com, gempa susulan terbesar tercatat berkekuatan 5,7 skala richter. Warga di berbagai daerah gempa dilaporkan berhamburan keluar rumah, termasuk para turis yang keluar dari hotel di kawasan pariwisata setempat.



"Masyarakat di Lombok Timur dan Kota Mataram merasakan gempa dengan guncangan keras selama 10 detik," kata Sutopo.

Muhammad Iqbal, Direktur Perlindungan WNI pada Kementerian Luar Negeri, mengaku merasakan gempa kuat di kawasan Senggigi, Lombok. Ia berada di daerah wisata itu saat gempa terjadi.

ANTARA/WAHYU PUTRO A

"Sangat terasa karena berdekatan dengan Lombok Utara. Para turis berhamburan keluar dari hotel karena takut," kata Iqbal kepada BBC News Indonesia.

Menurut Iqbal, tidak terlihat bangunan yang hancur di sekitar Senggigi. Ia melihat sebagian turis kembali beraktivitas, sementara sejumlah wisatawan lainnya telah masuk ke hotel.

"Saat ini sedang peak season (musim puncak liburan). Semua hotel sepertinya penuh," ujar Iqbal.

Namun, gempa yang diduga akibat akivitas Sesar Naik Flores itu juga menyebabkan longsor di Gunung Rinjani.

Jalur pendakian gunung itu kini ditutup untuk umum.

Pusat gempa pada Minggu (29/07), pukul 5.47 WIB, berada di 28 kilometer barat laut Lombok Timur, di kedalaman 10 kilometer via BBC NEWS INDONESIA 


Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Dwikorita Karnawati meminta masyarakat Bali dan NTB tetap mewaspadai potensi gempa susulan.

Menurutnya, kekuatan gempa yang akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan tidak akan sebesar gempa pada Minggu pagi.

Warga berhamburan keluar setelah gempa kuat mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat, hari Minggu (29/07) via Reuters.                 


Menurut catatan, sejumlah gempa bumi juga pernah melanda Bali dan NTB pada tahun 2017.

Maret 2017, gempa yang terjadi di kawasan itu tercatat berkekuatan 6,4 SR sementara pada Agustus 2017 sebesar 5,1 SR.

Indonesia berada di kawasan rentan aktivitas seismik yang biasa disebut Pacific Ring of Fire.

Gempa dahsyat di bawah laut berkekuatan 9,3 SR pada Desember 2004 memicu tsunami menewaskan 220.000 orang, 168.000 di antaranya di Indonesia. .

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel