Pengertian Manajemen : Menurut Ahli, Fungsi dan Unsur Manajemen

Pengertian Manajemen
Apa yang dimaksud dengan manajemen? Arti manajemen adalah sebuah ilmu dalam pengorganisasian melingkupi perencanaan, pengerjaan, pengendalian mutu dan waktu hingga proses pengawasan.

Pengertian Manajemen


Pengertian Manajemen adalah ilmu pengetahuan yang sistematis untuk membantu pemahaman manusia agar dapat bekerja sama dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang banyak.

Dari segi etimologi kata sudah bisa disimpulkan bahwa arti manajemen adalah seni pengerjaan dan mengatur. Proses manajemen sangat membantu manusia dalam mendapatkan tujuan ataupun target didalam sebuah organisasi usaha. Pelaku kegiatan manajemen ini biasanya disebut dengan manajer.

Manajemen Menurut Para Ahli


Manajemen menurut para ahli adalah sebagai berikut :

  • menurut Koontz dan Cyril O’donnel, manajemen adalah usaha untuk mencapai/menggapai tujuan tertentu melalui kegiatan/usaha orang lain.
  • menurut Lawrence A.Appley manajemen adalah seni untuk mencapai tujuan tertentu yang dilakukan oleh orang lain/usaha orang lain.
  • menurut Drs/ Oey Liang Lee manajemen adalah ilmu dan seni perencaan, pengorganisasian, pengarahan, serta pengawasan terhadap SDM guna mencapai tujuan tertentu yang telah ditentukan.
  • menurut James A.F.Stoner manajemen adalah suatu proses perencaan, pengorganisasian, leadership, serta pengendalian upaya dari anggota organisasi tersebut serta penggunaan Sumber daya yang tersedia di organisasi tersebut guna mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan organisasi sebelumnya.
  • menurut Mary Parker Follet manajemen adalah seni, karena untuk melakukan/menyelesaikan pekerjaan tertentu yang dilakukan oleh orang lain membutuhkan keterampilan tertentu.
  • menurut Hilman manajemen adalah fungsi untuk mencapai suatu tujuan melalui perantara kegiatan orang lain serta mengawasi usaha-usaha setiap individu guna mencapai tujuan yang sama.
  • menurut Encyclopeia of The Social Science manajemen adalah suatu proses pelaksanaan untuk mencapai tujuan tertentu yang diselenggarakan dan diawasi.


Fungsi Manajemen

Pada dasarnya, fungsi manajemen dibagi menjadi tiga, antara lain :

1. Perencanaan (planning)

Perencanaan merupakan tahap awal proses manajemen dimana kegiatannya adalah memikirkan semua yang dapat dikerjakan berdasarkan sumber daya yang dimiliki.Proses ini bertujuan untuk menjabarkan pekerjaan kecil maupun besar secara mendetail hingga cara terbaik untuk memenuhi target.

Manajer juga akan mengevaluasi setiap rencana alternatif sebelum dapat mengambil tindakan untuk memenuhi target perusahaan. Tanpa proses perencanaan yang baik, fungsi lainnya tak akan dapat berjalan dengan baik.

2. Pengorganisasian (organizing)

Tujuan pengorganisasian adalah membagi kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil, untuk mempermudah proses pengawasan.  Pengorganisasian juga dilakukan untuk menentukan sumberdaya manusia yang dibutuhkan dalam mengerjakan tugas-tugas yang telah dibagikan.

Pengorganisasian dilakukan dengan menentukan tugas yang dikerjakan, jumlah sumberdaya untuk pengerjaan, pengelompokan tugas, penanggungjawab, dan yang berhak menentukan pengambilan keputusan.

3. Pengawasan (Controlling)

Fungsi pengawasan adalah untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap kinerja sumber daya perusahaan. Adanya kesalahan atau penyimpangan dalam menjalankan tugas dapat dikoreksi untuk menjadi pembelajaran pada perencanaan tahap berikutnya.

Sumber daya yang bekerja juga harus dipisahkan sesuai dengan tanggungjawabnya, untuk menjadi bahan klasifikasi agar tidak menimbulkan dominansi dari manajer. Setiap orang harus dapat bekerja secara individu dan secara tim, agar prosesnya dapat bekerja dengan baik. Beberapa hal yang harus terpenuhi untuk melakukan pengawasan yaitu:

  1. Menetapkan jalur : manajer harus menentukan jalur untuk memperkecil resiko kesalahan kerja yang terjadi
  2. Menetapkan waktu : manajer harus mempunyai jadwal rutin pengawasan, katakan setiap minggu atau setiap 2 minggu sekali
  3. Mengatur pelaksanaan : manajer memberi perintah dan memotivasi setiap orang untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan
  4. Tindak lanjut (follow up): manajer mengevaluasi setiap proses kerja untuk meminimalisir kesalahan dan apabila ada permasalahan selama proses, maka manajer akan memberikan solusi.



Unsur-Unsur Manajemen

Untuk membentuk sistem manajerial yang baik, setiap perusahaan haruslah memiliki beberapa unsur manajemen yang saling berkaitan satu sama lain. Jika kurang atau tidak optimal, maka akan mengurangi upaya untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.

Unsur-unsur tersebut diantaranya sebagai berikut :

a. Manusia (Human)

Manusia adalah unsur penentu dalam manajemen, karena manusia lah yang membuat tujuan dan yang melakukan proses kerja. Tanpa manusia maka tidak akan ada proses manajemen untuk mencapai tujuan.

b. Uang (Money)

Uang merupakan alat tukar dan alat pengukur nilai yang tidak bisa diabaikan dalam proses manajemen. Besaran hasil kegiatan usaha juga ditentukan dari jumlah uang yang beredar dalam perusahaan. Uang menjadi alat yang penting untuk mencapai tujuan, oleh sebab itu penggunaannya harus diperhitungkan secara rasional.

Hal yang harus diperhitungkan mengenai uang dalam manajemen antara lain seperti jumlah yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, harga peralatan yang dibutuhkan dan harus dibeli, biaya produksi, hingga jumlah hasil yang akan dicapai dari suatu organisasi.

c. Bahan (Materials)

Material dibagi menjadi beberapa jenis, mulai dari bahan mentah, bahan setengah jadi dan bahan jadi. Selain sumber daya manusia yang berkompeten, penggunaan bahan atau materi yang baik juga menjadi penentu dalam dunia usaha untuk mencapai hasil yang lebih baik. Dan dengan kombinasi keduanya, ditambah manajemen yang baik, bisa dipastikan hasilnya akan sesuai tujuan.

d. Mesin (Machines)

Mesin digunakan untuk mempermudah pekerjaan dan untuk efisiensi waktu. Tujuannya adalah sama, yaitu untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar dalam usaha.

e. Metode atau Cara (Methods)

Metode atau tata cara kerja juga merupakan unsur yang penting dalam manajemen. Metode yang baik pasti akan memperlancar jalannya pekerjaan, dan begitu juga sebaliknya.

Metode yang baik adalah dengan menetapkan cara pelaksanaan kerja, sesuai dengan pertimbangan fasilitas-fasilitas yang tersedia, penggunaan waktu, serta uang dan target usaha.

Yang perlu digaris bawahi juga adalah meskipun sudah melakukan metode yang baik, akan tetapi orang yang melaksanakannya tidak mengerti atau tidak mempunyai pengalaman maka hasilnya juga tidak akan memuaskan. Artinya unsur manusia tetap menjadi peranan utama dalam manajemen.

f. Pasar (Market)

Mengetahui mangsa pasar dalam sebuah proses manajemen adalah kewajiban. Karena jika barang yang dipasarkan tidak laku maka proses produksi akan berhenti secara otomatis. Untuk dapat memahami pasar, dalam artian menyebarkan hasil produksi, maka harus memperhatikan kualitas barang sesuai dengan kebutuhan konsumen dan harga barang harus sesuai dengan daya beli konsumen. Cara pemasaran juga menjadi salah satu penentu keberhasilan untuk menjual hasil produksi kepada konsumen.


Unsur-unsur manajemen diatas adalah hal mutlak dalam manajemen, karena sebagai penentu arah perusahaan dalam melakukan kegiatan perusahaan. Laporan keuangan juga menjadi penunjang dalam melaksanakan proses manajemen.

Dewasa ini pembuatan laporan keuangan sudah bisa dikerjakan menggunakan software akuntansi. Sesudah ada laporan keuangan pastinya lebih mudah melakukan kegiatan manajemen perusahaan hingga memudahkan dalam menentukan keputusan manajemen.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel